Kamis, 14 Desember 2017

MANAJEMEN SENI UNTUK BERWIRAUSAHA

Manajemen yang di jalankan dengan baik akan membantu organisasi teater untuk dapat mencapaai tujuan dengan efektif dan efesien. Efektif artinya dapat menghasilkan karya seni yang berkualitas sesuai dengan keinginan seniman atau penontonnya. Efisien berarti menggunakan sumberdaya secara rasional dan hemat, tidak ada pemborosan atau penyimpangan.

Manajemen adalah cara memanfaat semua sumber daya, baik itu sumber daya manusia, maupun sumber daya lainya seperti peralatan, barang dan biaya untuk menghasilkan pementasan atau karya seni pertunjukan teater melalui suatu proses perencanaan pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan.

a.   Perencanaan

Perencanaan adalah merupakan tahapan pertama yang harus dilakukan oleh suatu organisasi . dalam tahap inilah ditentukan sasaran atau tujuan yang ingin dicapai dalam waktu tertentu dan cara yang akan ditempuh untuk mencapainya. Misalnya sasaran dalam satu semester melakukan satu kali pementasan. kegiatannya meliputi:

-     Menulis atau memilih naskah yang cocok untuk di pentaskan

-     Rencana latihan

-     Mencari dan menentukan rencana tempat pertunjukan

-     Mencari biaya pementasan

-     Rencana promosi dan publikasi

-     Dan lain-lain

Dengan adanya perencanaan yang matang maka akan didapat manfaat:

1.   Mengurangi resiko ketidakpastian terutama berkaitan dengan penjadwalan waktu Proses dan pelaksanaan.

2.   Memusatkan perhatian semua pendukung acara pertunjukan pada sasaran, perencanaan dapat digunakan sebagai pedoman dalam hal pengelolaan SDM dan Biaya.

3.   Menjadi pijakan bagi langkah – langkah manajemen selanjutnya.

Proses Perencanaan dilakukan melalui:

·       Menentukan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan

·       Mengurutkan langkah-langkah kegiatan

·       Penjadwalan / menyusun time scedulle

·       Integrasi atau terpadu dalam satu proses bersama

b.   Pengorganisasian Kegiatan

Pengorganisasian berfungsi supaya sumber daya yang dimiliki dapat diberdayakan dengan optimal sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Hal dapat tergambar dengan adanya struktur organisasi. Hadirnya struktur organisasi bukan hanya diatas kertas atau tertera dalam bagan akan tetapi dilengkapi dengan uraian tugas atau pekerjaan yang sesuai dengan kedudukannya dalam oraganisasi dan mekanisme kerja antar bagian organisasi.

Proses pengorganisasian dilakukan dengan urutan:

·       Merinci pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran organisasi

·       Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan

·       Pembagian tugas sesuai dengan minat,bakat dan kemampuan

·       Menyusun mekanisme untuk mengkoordinasi pekerjaan agar semua anggota konsisten dengan sasaran organisasi serta mengurangi masalah-masalah yang timbul

c.   Pengarahan Anggota

Proses pengarahan ini dilakukan oleh pimpinan organisasi yang bertujuan supaya seluruh anggota organisasi melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan harapan Organisasi. Proses ini meliputi:

·       Bagaimana memberikan instruksi atau mengkomunikasikan harapan organisasi

·       Memimpin dan memotivasi seluruh anggota agar melaksanakan tugasnya dengan baik.

·       Mengembangkan kemampuan : Melatih dan membimbing Pengendalian Kegiatan

Proses Pengendalian ini dilakukan untuk menjamin dan mematikan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan dalam perencaan. Aspek-aspek pengendalian:

·       Upaya pencegahan

·       Peninjauan terhadap hasil

·       Tindakan korektif agar sasaran dapat tercapai

Langlah-langkah dasar pengendalian:

·       Menetapkan standar atau ukuran pencapaian keberhasilan dan cara mengukurnya, misalnya standar publikasi adalah adanya poster atau baliho, jumlahnya cukup untuk menjangkau penonton yang berada di sekitar sekolah yang baik, menarik, unik dan tepat sasaran.

·       Mengukur hasil / prestasi dengan yang pernah dilakukan, misalnya pementasan sebelumnya

·       Membandingkan hasil yang di capai dengan dengan standar , apakah tercapai, tidak tercapai atau melampaui.

·       Mengambil tindakan misalnya tingkat pencapai dibawah standar maka harus secepatnya dilakukan tindakan-tindakan agar persoalan tidak menjadi lebih besar dan hasil yang dicapai sangat minim.

10 ORANG TERKAYA INDONESIA TAHUN 2017


10. Peter Sondakh
Pemilik Rajawali Group
Kekayaan: US$ 1,7 miliar atau Rp 22,6 triliun (kurs 1 US$ = Rp 13.316)
Usia: 67 tahun
Sumber kekayaan: investasi

9. Prajogo Pangestu
Pemilik Barito Pacific
Kekayaan: US$ 1,8 miliar atau Rp 23,9 triliun
Usia: 72 tahun
Sumber kekayaan: petrokimia

8. Mochtar Riady
Pemilik Lippo Group
Kekayaan: US$ 1,9 miliar atau Rp 25,3 triliun
Usia: 87 tahun 
Sumber kekayaan: bermacam industri

7. Theodore Rachmat
Pemilik Adaro Group
Kekayaan: US$ 1,9 miliar atau Rp 25,3 triliun
Usia: 73 tahun
Sumber kekayaan: bermacam industri

6. Murdaya Poo
Pemilik JIExpo Kemayoran dan Central Cipta Murdaya Group
Kekayaan: US$ 2,1 miliar atau Rp 27,9 triliun
Usia: 76 tahun
Sumber kekayaan: bermacam industri

5. Tahir
Pemilik Mayapada Group
Kekayaan: US$ 2,8 miliar atau Rp 37,2 triliun
Usia: 64 tahun
Sumber kekayaan: bermacam industri

4. Chairul Tanjung
Pemilik CT Corp
Kekayaan: US$ 4,6 miliar atau Rp 61,2 trilun
Usia: 54 tahun
Sumber kekayaan: bermacam industri

Sri Prakash Lohia

3. Sri Prakash Lohia
Pemilik Indorama
Kekayaan: US$ 5,4 miliar atau Rp 71,9 triliun
Usia: 64 tahun
Sumber kekayaan: Polyester

2. Michael Hartono
Pemilik Group Djarum
Kekayaan: US$ 8,9 miliar atau Rp 118 triliun
Usia: 77 tahun
Sumber kekayaan: perbankan, industri rokok

1. R. Budi Hartono
Pemilik Group Djarum
Kekayaan: US$ 9 miliar atau Rp 119 triliun
Usia: 76 tahun
Sumber kekayaan: perbankan, industri rokok